Sabtu, 19 Oktober 2013

Telur Asin


PRAKTIKUM KIMIA TERAPAN

JUDUL PRAKTIKUM : Pembuatan Telur Asin

TUJUAN : Untuk mengetahui proses pembuatan telur asin

HARI/TANGGAL : Rabu 21 Agustus 2013

NAMA KELOMPOK :
1.      M. Rajib Siddiq
2.      Habli Mawardi
3.      Diana Ayu Syifa
4.      Siti Sara Yuniandari
Kelas: XI IPA 1

DASAR TEORI :
Telur yang direndam didalam larutan garam akan mengalami osmosis karena teur tersebut ditempatkan ditempat/lingkungan yang konsentrasinya lebih encer daripada di dalam telur (isi telur). Telur sebagai sel tunggal yang terbungkus cangkang yang memiliki pori-pori dan merupakan membran yang bersifat selektif permeabel, kuning telur sebagai inti. Hal itu menyebabkan air garam masuk ke dalam telur melewati membran/cangkang telur karena konsentrasi di dalam lebih tinggi daripada di luar, sehingga telur menjadi asin. Hal ini juga sesuai dengan pengertian osmosis yaitu proses perpindahan molekul-molekul zat terlarut dari konsentrasi rendah (hipotonik) ke konsentrasi tinggi (hipertonik).
Sebelum telur direndam sebaiknya telur diamplas terlebih dahulu agar dapat mengikis kalsium yang ada di cangkangnya dan dapat mempermudah molekul masuk ke dalam telur. Untuk pencucian sebaiknya menggunakan air hangat untuk membunuh mikroorganisme sehingga telur tersebut steril ketika dimasukkan ke dalam larutan. Dalam praktikum lebih baik menggunakan garam kristal sebagai zat terlarut karena garam kristal memiliki konsentrasi lebih tinggi dan garam tersebut lebih asin dari pada garam dapur biasa.
Berat telur bertambah dan volume air berkurang dikarenakan molekul air dan garam bergerak masuk ke dalam telur karena larutan garam lebih hipotonik dibanding isi telur yang hipertonik. Sehingga menyebabkan hemolisis atau masuknya molekul air dan garam ke dalam telur, sehingga berat telur bertambah tetapi volume air di luar berkurang. Semakin encer larutan garam maka akan semakin lama pengasinan.

ALAT DAN BAHAN :
1.      2 butir telur (telur1 = 59 gr, telur2 = 67,65 gr)
2.      50 gr abu Gosok
3.      50 gr garam
4.      Air secukupnya
5.      Amplas
6.      Gelas/stoples
7.      Plastik & karet

CARA KERJA :
1.      Siapkan alat dan bahan untuk pembuatan telur asin
2.      Cuci telur hingga bersih, kemudian keringkan
3.      Amplas  semua permukaan telur agar pori-porinya terbuka
4.      Timbang telur yang sudah di amplas, abu gososk, dan garam
5.      Buat adonan yang terdiri dari campuran abu gosok, garam, dan air secukupnya
6.      Masukkan telur ke dalam adonan tersebut, lalu bungkus telur dengan adonan satu persatu secara merata sekeliling permukaan telur
7.      Simpan/susun telur ke dalam stoples selama 15 hari
8.      Setelah di simpan, cuci bersih telur dengan air yang mengalir lalu keringkan
9.      Timbang masing masing telur untuk mengetahui perubahan beratnya
10.  Di rebus selama 15 sampai 20 menit
11.  Setelah direbus angkat telur lalu belah untuk mengetahui perubahan warna dan rasanya.

HASIL PENGAMATAN :

Telur
Berat telur sebelum diasinkan
Berat telur sesudah diasinkan
Warna Kuning Telur setelah di rebus
Warna Putih Telur setelah di rebus
Rasa
Telur 1 (telur ayam)
59 gr
64,8 gr
Lebih pucat
Putih
Lebih asin
Telur 2 (telur bebek)
67,65 gr
70,75 gr
Lebih pekat
Putih
Asin


KESIMPULAN :
-          Proses perpindahan molekul yang terjadi pada percobaan telur asin ini adalah osmosis
-          Peristiwa osmosis pada percobaan kali ini adalah perpindahan molekul air dan garam dari konsentrasi rendah(larutan garam) ke konsentrasi tinggi (telur)
-          Bakteri dan mikroorganisme tidak mampu hidup di larutan garam, maka seringkali mengawetkan makanan dengan cara mengasinkan makanan tersebut

PERTANYAAN DAN JAWABAN :
1.      Peristiwa apa yang terjadi dengan telur tersebut, mengapa telur menjadi asin? Peristiwa osmosis, karena telur direndam di dalam larutan garam dan ditempatkan ditempat/lingkungan yang konsentrasinya lebih encer daripada di dalam telur (isi telur). Telur sebagai sel tunggal yang terbungkus cangkang yang memiliki pori-pori dan merupakan membran yang bersifat selektif permeabel, kuning telur sebagai inti. Hal itu menyebabkan air garam masuk ke dalam telur melewati membran/cangkang telur karena konsentrasi di dalam lebih tinggi daripada di luar, sehingga telur menjadi asin.
2.      Mengapa garam yang dipakai adalah garam kristal, dan bukan garam halus? karena garam kristal memiliki konsentrasi lebih tinggi dan garam tersebut lebih asin dari pada garam halus.
3.      Apakah pada pembuatan telur asin ini sama dengan pembuatan telur asin pada umumnya yang menggunakan abu gosok? Telur asin yang dibuat dengan memakai abu gosok pada dasarnya sama dengan telur asin yang dibuat dengan larutan garam, hanya saja telur yang direndam lebih terjamin mutunya dibanding yang memakai abu gosok Karena telur hanya kontak dengan larutan garam saja dan pembuatannya pun juga lebih steril dan bersih.
4.      Apa yang akan terjadi apabila jumlah air tetap tetapi jumlah garam dikurangi mis: 1:4 (air 1L) atau 1:5 (air 1L)? Semakin encer larutan garam (jumlah garam lebih sedikit) maka akan semakin lama pula proses pengasinan.
5.      Mengapa putih telur sebelum dan sesudah perendaman berbeda kondisinya, apa yang menyebabkan hal tersebut? Karena molekul air dan garam masuk melalui membran selektif permeabel dan bercampur dengan putih telur
6.      Mengapa di dalam telur yang telah direndam, kuning telur menjadi lebih padat/mengeras dan putih telur lebih encer? Kuning telur dari telur yang telah direndam menjadi lebih mengeras karena molekul air dan garam masuk ke kuning telur, tapi lebih banyak garam yang masuk dibanding air, sehingga garam yang terdapat di kuning telur akan menumpuk dan kuning telur lama kelamaan akan mengeras karena kelebihan mineral garam. Sedangkan putih telur setelah direndam lebih encer karena molekul air dan garam masuk melalui membran selektif permeabel dan bercampur dengan putih telur , larutan garam yang sedikit keruh mempengaruhi warna putih telur dan menyebabkan putih telur menjadi kurang transparan dan larutan garam yang lebih encer daripada putih telur itu bercampur dengan putih telur yang seperti lender/gel/kental berkurang kepekatannya dan menyebabkan putih telur menjadi lebih encer dari semula.

DAFTAR PUSTAKA :
Ø  Anonimus 2007. Tips mengolah telur. http://www.google.com
Ø  Anonimus 2008. Kegunaan telur. http://www.wikipedia.com
Ø  Anonimus 2009. Laporan biologi pembuatan telur asin. http://njuznya.blogspot.com/2009/05/laporan-biologi-pembuatan-telur-asin.html.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar